Tailgating
Pelanggaran keamanan fisik di mana orang yang tidak berwenang mengikuti karyawan yang berwenang melewati pintu atau titik pemeriksaan yang diamankan.
Definisi
Tailgating, juga disebut piggybacking, adalah teknik rekayasa sosial fisik di mana individu yang tidak berwenang mendapatkan akses ke area terbatas dengan mengikuti dari dekat seseorang yang memiliki akses sah, misalnya melewati pintu berkontrol kartu identitas tepat di belakang karyawan. Teknik ini memanfaatkan kesopanan dan rutinitas, bukan mengalahkan sistem kontrol akses itu sendiri.
Upaya tailgating sering terlihat sangat wajar: seseorang yang membawa kotak, mengenakan seragam yang meyakinkan, atau sekadar berjalan dengan percaya diri menuju pintu akan mendapati karyawan menahan pintu terbuka alih-alih membiarkannya menutup di depan orang asing. Setelah masuk, penyusup dapat memasang perangkat berbahaya pada jaringan, mencuri dokumen atau perangkat keras, atau menggunakan kunjungan tersebut untuk mengumpulkan informasi bagi serangan rekayasa sosial berikutnya. Penyerang jarang perlu berkata apa pun, karena penampilan yang terlihat 'pantas berada di sana' sering kali sudah cukup.
Taktik ini penting diwaspadai karena sepenuhnya melewati pembaca kartu identitas, keypad, dan investasi kontrol akses lainnya, mengubah pengaman teknis menjadi soal kewaspadaan individu karyawan. Organisasi dengan lalu lintas orang yang tinggi, seperti cabang bank, rumah sakit, dan pusat layanan pemerintah yang umum di Indonesia, menghadapi risiko lebih tinggi karena karyawan terbiasa bersikap membantu terhadap pengunjung dan rekan kerja. Satu insiden tailgating yang berhasil dapat membuka akses ke data nasabah sensitif, ruang server, atau kantor eksekutif bagi pihak luar.
Pertahanan yang efektif memadukan kontrol fisik, seperti pintu mantrap, turnstile, dan kartu tamu, dengan budaya kerja di mana menegur dengan sopan orang yang tidak dikenal dianggap wajar dan didukung oleh manajemen. Karyawan sebaiknya dilatih untuk bertanya 'ada yang bisa saya bantu' alih-alih diam-diam menahan pintu, dan melaporkan upaya tailgating alih-alih berasumsi orang lain akan menanganinya. Log tamu dan kebijakan pendampingan untuk tamu serta kontraktor semakin mengurangi peluang serangan ini berhasil.
Sekilas info
- Tingkat keparahan
- Sedang
- Tingkat kejadian
- Umum di lingkungan dengan lalu lintas orang tinggi
- Target utama
- Organisasi dengan akses fisik berkontrol kartu identitas, seperti cabang bank dan kantor pemerintahan
- Juga dikenal sebagai
- Piggybacking
Cara kerjanya
- 1
Pendekatan: orang tak berwenang mendekati pintu yang diamankan sambil membawa kotak, mengenakan seragam yang meyakinkan, atau sekadar berjalan dengan percaya diri.
- 2
Kesopanan dimanfaatkan: karyawan menahan pintu terbuka alih-alih membiarkannya menutup di depan orang yang terlihat 'pantas berada di sana'.
- 3
Masuk tanpa verifikasi: penyusup masuk tanpa menunjukkan kartu identitas atau ditanyai.
- 4
Tindakan di dalam: setelah masuk, mereka bisa memasang perangkat berbahaya, mencuri dokumen atau perangkat keras, atau mengumpulkan informasi untuk serangan berikutnya.
- 5
Keluar: penyusup pergi, sering kali tanpa ada yang menyadari kontrol akses telah dilewati.
Tanda peringatan
- Orang tak dikenal berjalan dekat di belakang Anda melewati pintu yang diamankan
- Seseorang membawa barang atau bergegas untuk menghindari absen kartu identitas sendiri
- Orang yang menghindari kontak mata atau percakapan saat mendekati titik pemeriksaan
- Tamu tanpa kartu identitas atau pendamping yang terlihat di area terbatas
- Siapa pun yang tampak berharap pintu ditahan alih-alih mengabsen kartu sendiri
Cara bertahan
- Tanyakan 'ada yang bisa saya bantu' alih-alih diam-diam menahan pintu
- Gunakan pintu mantrap, turnstile, dan kartu tamu untuk kontrol akses fisik
- Laporkan upaya tailgating alih-alih berasumsi orang lain akan menanganinya
- Wajibkan log tamu dan kebijakan pendampingan untuk tamu serta kontraktor
- Bangun budaya di mana menegur dengan sopan orang yang tidak dikenal dianggap wajar dan didukung manajemen
Contoh nyata
Di sebuah cabang bank di Surabaya, seseorang yang membawa tumpukan kotak mendekati pintu masuk staf tepat saat seorang karyawan mengabsen kartu identitasnya. Karyawan tersebut, ingin membantu, menahan pintu terbuka, dan orang asing itu masuk tanpa pernah menunjukkan identitas, mendapatkan akses ke area berisi berkas nasabah.
Bagaimana Claro membantu
Konten kesadaran Claro mencakup modul keamanan fisik tentang tailgating sehingga karyawan memahami bahwa wajar, dan memang diharapkan, untuk mempertanyakan seseorang yang mengikuti mereka masuk ke area yang diamankan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan tailgating dengan piggybacking?
Kedua istilah sering dipakai bergantian. Sebagian definisi membedakannya lewat persetujuan: piggybacking berarti orang berwenang secara sadar membiarkan seseorang masuk, sedangkan tailgating berarti mereka melakukannya tanpa sadar, tetapi dalam praktiknya keduanya sama-sama menggambarkan mengikuti seseorang melewati pintu yang diamankan.
Mengapa tailgating berhasil meski ada pembaca kartu identitas?
Teknik ini sepenuhnya melewati sistem kontrol akses dengan mengandalkan kesopanan manusia alih-alih mengalahkan pembaca kartu itu sendiri, sehingga teknologinya tidak pernah mendapat kesempatan untuk menghentikannya.
Apakah kasar jika saya menegur orang yang mengikuti saya lewat pintu?
Tidak. Pertanyaan sopan sederhana seperti 'ada yang bisa saya bantu' adalah praktik keamanan yang diharapkan dan didukung, bukan tuduhan, dan organisasi sebaiknya melatih staf untuk memandangnya demikian.
Kontrol fisik apa yang mengurangi risiko tailgating?
Pintu mantrap yang hanya mengizinkan satu orang lewat sekaligus, turnstile, kartu tamu, dan kebijakan pendampingan untuk tamu serta kontraktor semuanya mengurangi peluang orang tak berwenang menyelinap di belakang seseorang.
Istilah terkait
Rekayasa Sosial
Manipulasi terhadap manusia agar membocorkan informasi sensitif atau melakukan tindakan berisiko dengan memanfaatkan kepercayaan, emosi, dan psikologi, bukan kelemahan teknis.
Pretexting
Taktik rekayasa sosial di mana penyerang mengarang skenario palsu untuk menipu target agar membocorkan informasi atau memberi akses.
Insider Threat
Risiko keamanan yang berasal dari dalam organisasi, seperti karyawan, kontraktor, atau mitra yang menyalahgunakan akses sah mereka.
Zero Trust
Model keamanan yang mengasumsikan tidak ada pengguna atau perangkat yang boleh dipercaya secara default, mensyaratkan verifikasi berkelanjutan untuk setiap permintaan akses.
Kurangi risiko manusia Anda
Claro mengukur dan menurunkan risiko yang dijelaskan istilah-istilah ini, dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Minta demo