Konsep

Keamanan Siber

Praktik melindungi sistem, jaringan, dan data dari serangan digital, mencakup teknologi, proses, dan manusia.

Definisi

Keamanan siber adalah praktik melindungi sistem, jaringan, aplikasi, dan data dari akses tidak sah, gangguan, atau perusakan, melalui gabungan teknologi, proses yang terdokumentasi, dan perilaku karyawan.

Keamanan siber sering digambarkan sebagai disiplin teknologi, dan itu menyesatkan. Ada tiga lapisan di dalamnya: kontrol teknologi seperti enkripsi dan manajemen akses, kontrol proses seperti penilaian risiko dan respons insiden, serta lapisan manusia, yaitu perilaku orang yang mengoperasikan sistemnya. Kelemahan pada salah satunya meruntuhkan dua lapisan lainnya.

Domain yang lazim adalah keamanan jaringan, keamanan aplikasi, manajemen identitas dan akses, pelindungan data, serta operasi keamanan. Pada sektor terregulasi di Indonesia, domain ini bertemu dengan kewajiban tertentu: ekspektasi OJK bagi bank, panduan BSSN bagi infrastruktur kritis, UU PDP untuk data pribadi, dan ISO 27001 sebagai rujukan sistem manajemen internasional.

Sebaran penyebab di dunia nyata lebih menentukan daripada kerapian domainnya. Sebagian besar pembobolan berawal dari manusia, bukan dari kontrol teknis yang ditembus: karyawan yang memasukkan kredensial ke halaman meyakinkan, menyetujui pembayaran palsu, atau memasang file dari sebuah pesan. Itulah sebabnya lapisan manusia bukan topik lunak dalam keamanan siber, melainkan permukaannya yang paling dieksploitasi.

Sekilas info

Jenis
Disiplin
Juga dikenal sebagai
Keamanan informasi, cyber security, cybersecurity

Cara kerjanya

  1. 1

    Kenali apa yang Anda miliki: sistem, data, dan tingkat kritikalitasnya bagi bisnis

  2. 2

    Nilai ancaman terhadapnya, beserta kemungkinan dan dampak masing-masing

  3. 3

    Terapkan kontrol yang sepadan dengan risiko itu, mencakup teknologi, proses, dan manusia

  4. 4

    Pantau apakah kontrolnya tetap efektif seiring perubahan sistem dan ancaman

  5. 5

    Tanggapi dan pulihkan ketika ada yang gagal, lalu umpankan pelajarannya kembali ke penilaian risiko

Poin utama

  • Keamanan siber mencakup teknologi, proses, dan manusia; kekuatan pada satu lapisan tidak menutup kelemahan di lapisan lain
  • Sebagian besar pembobolan berawal dari tindakan manusia, bukan dari kontrol teknis yang ditembus
  • Kontrol sebaiknya sepadan dengan risiko, dan itu pula yang diminta regulator seperti OJK dan UU PDP
  • Ini program berkelanjutan, bukan proyek dengan tanggal selesai
  • Bukti sama pentingnya dengan kemampuan, karena pengawas menilai apa yang dapat Anda tunjukkan

Praktik terbaik

  • Dasarkan programnya pada penilaian risiko yang terdokumentasi, bukan pada daftar belanja perkakas
  • Beri lapisan manusia target yang terukur, bukan sekadar angka penyelesaian pelatihan tahunan
  • Jadikan jalur yang aman sebagai jalur yang lebih mudah bila memungkinkan, sebab kontrol yang dilangkahi orang tidak melindungi apa pun
  • Latih respons insiden sebelum dibutuhkan, termasuk jalur komunikasinya
  • Laporkan hasil kepada direksi, bukan aktivitas, karena pengawas menanyakan apakah risikonya menurun

Contoh nyata

Sebuah bank di Indonesia lulus uji penetrasi teknis tanpa temuan kritis, lalu beberapa pekan kemudian kehilangan dana ketika seorang staf keuangan menyetujui transfer palsu yang diminta seseorang yang menyamar sebagai direktur. Tidak ada kontrol teknis yang gagal. Kesenjangannya ada pada lapisan manusia, yang tidak pernah diperiksa uji tersebut.

Bagaimana Claro membantu

Claro menangani lapisan manusia secara khusus, dan menjadikannya terukur alih-alih diasumsikan. Simulasi phishing dwibahasa lintas email, WhatsApp, SMS, dan suara; skor risiko per pengguna; analitik tingkat departemen; serta bukti yang dapat diekspor dan dipetakan ke ekspektasi OJK, UU PDP, dan ISO 27001.

Pertanyaan yang sering diajukan

Keamanan siber adalah apa?

Keamanan siber adalah praktik melindungi sistem, jaringan, aplikasi, dan data dari akses tidak sah, gangguan, atau perusakan. Cakupannya tiga lapisan: kontrol teknologi, proses yang terdokumentasi, dan perilaku orang yang mengoperasikan sistemnya.

Apa beda keamanan siber dan keamanan informasi?

Keduanya dipakai bergantian dalam sebagian besar konteks praktis. Secara prinsip keamanan informasi sedikit lebih luas karena mencakup informasi dalam bentuk apa pun termasuk kertas, sedangkan keamanan siber menekankan sistem dan jaringan digital.

Mengapa lapisan manusia dianggap titik terlemah?

Karena sebagian besar pembobolan berawal dari manusia, bukan dari kontrol teknis yang ditembus. Pelaku menyasar manusia sebab memperdaya satu karyawan biasanya lebih murah dan lebih andal daripada menembus enkripsi atau firewall.

Apa arti keamanan siber dalam perbankan di Indonesia?

Bank memikul kewajiban khusus sektor di atas praktik umum, termasuk ekspektasi OJK atas manajemen risiko teknologi dengan akuntabilitas direksi, UU PDP untuk data pribadi, dan sering ISO 27001 sebagai rujukan sistem manajemen. Bukti kesadaran adalah permintaan pengawas yang berulang.

Kurangi risiko manusia Anda

Claro mengukur dan menurunkan risiko yang dijelaskan istilah-istilah ini, dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Minta demo