Deepfake
Audio, video, atau gambar sintetis hasil AI yang secara meyakinkan meniru suara atau wajah orang sungguhan.
Definisi
Deepfake adalah media sintetis, biasanya berupa audio, video, atau gambar, yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan untuk secara meyakinkan meniru suara, wajah, atau gestur orang sungguhan. Penyerang menggunakan deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif, rekan kerja, atau tokoh publik dalam skema penipuan dan serangan rekayasa sosial.
Teknologi deepfake telah berkembang hingga hanya membutuhkan sampel suara singkat seseorang, kadang diambil dari wawancara publik atau video media sosial, untuk menghasilkan panggilan suara sintetis yang meyakinkan. Penyerang menggunakan ini untuk menyamar sebagai CEO atau direktur keuangan dalam panggilan telepon, menginstruksikan karyawan untuk segera mentransfer dana atau membagikan informasi rahasia, taktik yang sering dilapiskan di atas business email compromise. Deepfake video telah digunakan dalam panggilan video penipuan di mana eksekutif yang disamarkan tampak bergabung ke rapat dan menyetujui transaksi secara langsung.
Deepfake penting diwaspadai karena menyerang salah satu bentuk verifikasi terakhir yang secara tradisional dipercaya orang, yaitu mendengar atau melihat seseorang secara langsung, dan teknologi untuk membuatnya kini murah serta mudah diakses secara luas. Tim keuangan dan treasury menjadi sasaran utama karena satu panggilan yang meyakinkan dapat mengotorisasi transfer dana besar sebelum ada yang mempertanyakan keabsahannya. Seiring media sintetis semakin sulit dibedakan dari rekaman asli, mengandalkan suara atau video saja sebagai bukti identitas menjadi semakin berisiko, termasuk di lingkungan korporat Indonesia di mana persetujuan berbasis telepon masih umum.
Organisasi sebaiknya mewajibkan verifikasi independen melalui jalur terpisah untuk permintaan bernilai tinggi atau tidak biasa, seperti menelepon balik ke nomor yang sudah dikenal alih-alih mempercayai nomor atau panggilan video yang memulai permintaan tersebut. Menetapkan kata sandi verbal atau langkah persetujuan kedua untuk transfer dana dan permintaan data sensitif menambah pengaman yang tidak dapat dilewati media sintetis. Karyawan juga sebaiknya dilatih mengenali artefak deepfake yang halus, seperti kedipan mata tidak wajar, keterlambatan audio, atau pencahayaan yang tidak konsisten, sambil memahami bahwa deteksi saja tidak boleh menggantikan prosedur verifikasi.
Sekilas info
- Tingkat keparahan
- Tinggi
- Tingkat kejadian
- Baru muncul, tumbuh cepat
- Target utama
- Tim keuangan dan treasury, eksekutif, serta kontak dekat mereka
- Juga dikenal sebagai
- Penipuan media sintetis
Cara kerjanya
- 1
Pengambilan sampel suara atau wajah: penyerang mengumpulkan sampel audio atau video target, sering dari wawancara publik atau media sosial.
- 2
Pembuatan: model AI memakai sampel tersebut untuk menghasilkan suara, video, atau gambar sintetis yang meyakinkan.
- 3
Penyamaran: penyerang memakai deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif, rekan kerja, atau kontak tepercaya dalam panggilan atau rapat video.
- 4
Tekanan: interaksi yang dikarang menginstruksikan korban untuk segera mentransfer dana atau membagikan informasi rahasia.
- 5
Penipuan selesai: korban, percaya pada suara atau wajah yang dikenal, menurutinya sebelum memverifikasi lewat jalur independen.
Tanda peringatan
- Permintaan mendesak untuk transfer dana atau data sensitif lewat panggilan atau rapat video
- Keterlambatan audio ringan, kedipan mata tidak wajar, atau pencahayaan tidak konsisten pada panggilan video
- Permintaan untuk melewati langkah persetujuan normal karena urgensi atau kerahasiaan
- Suara atau video yang terasa hampir tepat tetapi sedikit tidak sesuai dalam nada atau ritme
- Tekanan untuk segera bertindak tanpa waktu untuk verifikasi independen
Cara bertahan
- Wajibkan verifikasi independen lewat jalur terpisah untuk permintaan bernilai tinggi atau tidak biasa
- Telepon balik memakai nomor yang sudah dikenal alih-alih memercayai nomor atau panggilan yang memulai permintaan tersebut
- Tetapkan kata sandi verbal atau langkah persetujuan kedua untuk transfer dana dan permintaan data sensitif
- Latih staf mengenali artefak deepfake, sambil tidak pernah mengandalkan deteksi saja
- Terapkan persetujuan ganda untuk transfer finansial, siapa pun yang tampak memintanya
Contoh nyata
Seorang manajer keuangan di sebuah konglomerat Indonesia menerima panggilan video dari seseorang yang terlihat dan terdengar persis seperti CFO perusahaan, mendesak transfer dana darurat untuk menutup kesepakatan rahasia. Manajer tersebut berhenti sejenak, menelepon langsung nomor CFO yang sudah dikenal, dan mengetahui CFO asli tidak pernah membuat permintaan itu.
Bagaimana Claro membantu
Pelatihan kesadaran Claro mencakup skenario penipuan berbasis deepfake sehingga karyawan memahami mengapa suara dan video saja tidak lagi cukup sebagai bukti identitas untuk permintaan sensitif.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan serangan deepfake dengan vishing?
Vishing mengandalkan penipu sungguhan yang memakai suaranya sendiri dan dalih palsu lewat telepon. Serangan deepfake memakai audio atau video hasil AI untuk secara meyakinkan meniru orang sungguhan tertentu, membuat penyamaran jauh lebih sulit dideteksi hanya lewat pendengaran atau penglihatan.
Mengapa penipuan deepfake menjadi lebih berbahaya belakangan ini?
Teknologi untuk menghasilkan kloning suara atau video yang meyakinkan kini murah dan mudah diakses secara luas, dan hanya sampel publik singkat dari suara atau wajah seseorang sudah cukup untuk menghasilkan tiruan yang meyakinkan.
Bisakah deepfake dideteksi hanya dengan mengamati atau mendengarkan dengan saksama?
Kadang tanda halus seperti kedipan mata tidak wajar atau keterlambatan audio muncul, tetapi deteksi tidak dapat diandalkan seiring teknologi terus membaik. Verifikasi independen lewat jalur terpisah adalah pertahanan yang jauh lebih dapat diandalkan.
Apakah kata sandi verbal benar-benar menghentikan penipuan deepfake?
Ya, jika dipakai secara konsisten. Kata sandi yang disepakati sebelumnya atau langkah persetujuan kedua mengonfirmasi identitas dengan cara yang tidak bisa ditiru audio atau video sintetis, karena penyerang tidak mengetahuinya lebih dulu.
Istilah terkait
Vishing
Vishing adalah serangan rekayasa sosial berbasis suara di mana penelepon menyamar sebagai pihak tepercaya melalui telepon untuk mengelabui korban agar membocorkan informasi sensitif atau menyetujui tindakan penipuan.
Business Email Compromise
Penipuan keuangan bertarget di mana penyerang menyamar sebagai eksekutif, pemasok, atau rekan kerja tepercaya melalui email untuk memperdaya karyawan agar mentransfer uang atau data sensitif.
Callback Phishing
Serangan phishing yang sepenuhnya menghindari tautan berbahaya, sebaliknya menekan korban untuk menelepon nomor tertentu di mana penipu langsung menyelesaikan serangan.
Rekayasa Sosial
Manipulasi terhadap manusia agar membocorkan informasi sensitif atau melakukan tindakan berisiko dengan memanfaatkan kepercayaan, emosi, dan psikologi, bukan kelemahan teknis.
Kurangi risiko manusia Anda
Claro mengukur dan menurunkan risiko yang dijelaskan istilah-istilah ini, dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Minta demo